Bimtek AA Kementan bersama LP3 Universitas Brawijaya

Read Offline:

img_20160512_171519Mei 2016, Blended Learning Indonesia khususnya Dr. Wasis D. Dwiyogo mendapat kepercayaan (kembali)dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk merancang dan melaksanakan kegiatan dibawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian. Kegiatan ini merupakan Bimbingan Teknis Applied Approach untuk Dosen-Dosen di lingkungan Kementerian Pertanian dalam hal ini adalah dosen dari Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP). Kegiatan Bimtek AA ini juga melibatkan Universitas Brawijaya khususnya Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3). Kegiatan  diawali pada hari Senin Tanggal 9 Р14 Mei 2016 di Hotel Aria Gajayana. Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang Dosen STPP dengan rincian 5 orang dari STPP Medan, 6 Orang dari STPP Bogor, 6 Orang dari STPP Malang, 6 Orang dari STPP Magelang, 5 Orang dari STPP Gowa, dan 2 Orang dari STPP Manokwari. Setelah kegiatan pembukaan ternyata peserta Bimtek AA bertambah sebanyak 4 Orang yang berasal dari STPP Malang, sehingga jumlah peserta menjadi 34 Orang.

Kegiatan yang dibuka oleh Bapak Dr. Ir. Teddy Muliady, MM selaku Kepala Bidang Kelembagaan dan Ketenagaan Pendidikan Kementerian Pertanian Republik Indonesia ini memiliki dua komponen utama, yaitu penyajian materi dan kegiatan merancang pembelajaran serta pengembangan sumber belajar berbasis komputer dan android.

Keseluruhan peserta terlihat sangat antusias terutama ketika kegiatan pengembangan sumber belajar. Jam tatap muka yang berlansung hingga jam 21.00 harus molor hingga jam 23.00 bahkan 24.00. hal ini disebabkan karena para peserta masih sangat bersemangat untuk menyelesaikan produk mereka. Pengembangan sumber belajar ini merupakan hal yang baru bagi dosen-dosen STPP, namun karena penyampaian langkah-langkah kerja yang sangat mudah untuk dipahami serta pendampingan intensif dari Tim Blended Learning Indonesia (BLI), target kerja yang lumayan banyak dapat terselesaikan dengan baik oleh setiap peserta.

Satu minggu kegiatan intensif terasa sangat singkat ketika setiap peserta pulang ke daerah masing-masing dengan membawa hasil produksi sumber belajar yang akan mereka manfaatkan di kampusnya masing-masing.

 

Read Offline:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*