bli 7 revBlended Learning Indonesia bertujuan untuk menabur benih pembelajaran berbasis blended learning di Indonesia bagi semua tenaga pengajar agar pembelajaran menjadi lebih efektif, efisien, dan menarik.

Pembelajaran berbasis blended learning adalah pembelajaran yang memadukan antara pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran berbasis komputer (offline dan online).

Pembelajaran berbasis blended learning merupakan pilihan terbaik untuk meningkatkan efektifitas, efisiensi, dan daya tarik yang lebih besar dalam berinteraksi antar manusia dalam lingkungan belajar yang beragam. Melalui blended learning pembelajaran menjadi akomodatif terhadap pembelajaran tatap muka yang masih mendominasi sistem pembelajaran pada lingkungan pendidikan formal, nonformal, maupun pelatihan pada industri dan militer dengan perkembangkan teknologi komputer, internet, dan telpon pintar.

Blended learning menawarkan kesempatan belajar bagi orang yang belajar dengan penyediaan sumber belajar yang beragam mulai dari pengajar, cetak, audio, video, komputer, internet, dan telpon pintar secara bersama-sama maupun terpisah, demikian pula pada waktu yang sama maupun berbeda.

Melalui blended learning fungsi pengajar seperti seorang dirijen musik yang memimpin para pemusik untuk memainkan sebuah orkestra, demikian pula dalam pembelajaran berbasis blended learning seorang pengajar dapat mengatur sumber belajar yang ada dalam kegiatan pembelajaran baik di dalam maupun di luar lingkungan kelas.

Melalui blended learning akan terbentuk suatu komunitas belajar yang masing-masing sumber belajar memiliki karakteristik dan kekuatan dalam pembelajaran, misalnya misalnya teknologi cetak memiliki kelebihan dan kekurangnya dibanding audio, demikian pula sumber belajar video, komputer, internet, dan telpon pintar.

Pembelajaran berbasis blended learning sudah berkembang di negara maju (terutama Amerika) baik pada pendidikan dasar, menengah, maupun di pendidikan tinggi. Perkembangan blended learning terutama berawal dari dunia industri, karena kebutuhan akan efisiensi pembelajaran.

Melalui pembelajaran berbasis blended learning dalam jangka panjang akan mendidik untuk belajar sepanjang hayat, karena dengan pembelajaran tatap muka hanya terjadi pada masa menjalani pendidikan formal, sedangkan belajar akan menyertainya seumur hidup, oleh karena itu cara belajar melalui media/teknologi harus diperkenalkan sejak dini sebagai bagian dari belajar sepanjang hayat.

Pemanfaatan pembelajaran berbasis blended learning merupakan suatu keniscayaan dalam sistem pendidikan dan pembelajaran di Indonesia. Persoalannya bukan YA atau TIdak memanfaatkan blended learning, akan tetapi terletak pada kemauan para pemangku kepentingan mau SEKARANG atau NANTI.